Sebuah catatan: Pengabdian di Perbatasan Negeri Jiran

Beberapa bulan ini selain kegiatan mengajar di dalam kelas, saya juga sedikit disibukkan dengan membantu re-akreditasi program studi ekonomi syariah. Kampus STAIN Bengkalis tempat dimana saya mengabdi sekarang ini tengah memulai proses berbenah menjadi lebih baik. Salah satu indikator baik atau kurangnya sebuah kampus bisa dilihat dari akreditasi pada setiap program studinya, sebab program studi menjadi salah satu pondasi utama dalam membangun kampus.

Program studi tempat saya mengabdi sekarang ini berdiri sejak tahun 2015, yang jika dilihat sudah cukup lama untuk ukuran berdirinya program studi. Rekaman data mencatat program studi ini pernah satu kali melakukan akreditasi yaitu tepatnya pada tahun 2021. Namun, sayangnya akreditasi yang didapat pada saat itu masih “C” atau bahasa sekarang ini disebut sebagai “baik”. Dalam tingkatan akreditasi sendiri ada “unggul”, “baik sekali”, dan “baik”. Dimungkinkan pada tahun tersebut dalam kecukupan kriteria dan arsip dokumen belum tertata sedemikian rupa, sehingga mempengaruhi nilai akreditasi.

Dalam akreditasi ada beberapa kriteria yang di dalamnya berisi indikator-indikator yang digunakan tim penilai sebagai dasar penilaian. Beberapa indikator di dalam kriteria mencakup tri dharma perguruan tinggi: pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Selain itu, ada beberapa kriteria yang include di dalamnya seperti prestasi mahasiswa dan dosen. Utamanya dalam bidang penelitian, hal ini saya rasa penting menjadi perhatian, sebab disinilah ruh dan ujung tombak gading ilmu pengetahuan. Adanya temuan-temuan dan inovasi menjadi catatan tersendiri dalam memberikan nilai tambah.

Di samping itu, prestasi mahasiswa juga menjadi sorotan penilaian. Beberapa bulan lalu, saya sempat membersamai mahasiswa program studi ekonomi syariah dalam kancah 7th international conference (ICONZ) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional yang bekerjasama dengan beberapa kampus ternama di Jakarta. Hal ini sekaligus juga memperkenalkan bahwa kami civitas akademika yang tinggal di perbatasan negara Indonesia juga mempunyai sumber daya yang mampu bersaing. Dari sini besar harapannya kampus di mana tempat saya mengabdi sekarang ini bisa dikenal di luar sana. Juga besar harapan re-akreditasi kali ini mendapatkan nilai yang bagus dan maksimal.

Melihat kerjasama ‘apik’ yang dilakukan tim, menjadikan saya kembali mengerti bahwa membangun nilai dari sebuah institusi tidak hanya mampu dibebankan pada bagian-bagian tertentu saja melainkan harus ada sinergisitas antar bagian. Sehingga, ada kesamaan tujuan yang ingin didapatkan. ‘Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’, ‘Mangan ora mangan kumpul, penting ora gawe wirang’. Saya rasa, ini adalah jalan pengabdian. Pengabdian pada ilmu pengetahuan, penelitian dan pengajaran.

Postingan populer dari blog ini

HUKUM DAGANG (Kepailitan)

Sedikit Catatan; Menjadi Manusia Ruhani Ala Imam al Ghazali

Syawal; Mulai dari Awal