Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pandemi

Orang Tua dan Anak Sama Sedang Belajarnya !

Gambar
“Kalau belajar yang benar biar ndak hilang jawabannya!” Perintah wanita itu pada seorang bocah. “Ibu lah, marah-marah, jadi hilang jawabannya. Tuh kan hilang otaknya!” Maklum, anak kecil yang masih terbawa suasana hati dan emosi (moody). Jadi, apa yang dirasakannya itu yang diucapkan. Sementara itu terdengar suara seorang laki-laki yang sedang merekam polah ibu dan anak tersebut. Otaknya hilang ! Terlihat ibu-ibu sedang mengaji (belajar) Seorang anak kecil yang ikut Ummiknya mengajar Beberapa hari ini sempat terfikirkan bagaimana masa depan pendidikan? Banyak dari generasi sekarang memikirkan profesi daripada kebermanfaatan ilmu. Apabila benar begitu, masihkah bisa disebut manusiawi? Di masa yang sulit seperti ini, negara sedang dilanda wabah yang membuat sulit berbagai sektor di dunia. Terutama yang paling terdampak adalah ekonomi. Tidak bisa lepas dari itu, sektor pendidikan pun juga ikut terdampak. Pengalihan metode belajar yang awalnya dilakukan secara langsung, bertatap muka...

Pukulan Berat Presiden Jokowi Dua Menteri Dalam Kabinet Mengundurkan Diri Saat Pandemi

Gambar
Saya merasakan apa yang dirasakan oleh Pak Luhut dan Dokter Terawan. Apalagi jari dari netijen Indonesia sangatlah kejam dalam berkomentar, tajam bagaikan pedang. Mirip seperti lidah tak bertulang, menusuk hati tanpa menggoreskan luka fisik. Sembuhnya lama.   Siapa yang tidak kenal dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan? Lelaki yang lahir di Toba Samosir itu sering menerima hujatan dan guyonan oleh netijen Indonesia. Julukan “Menkosaurus” menjadi stereotip yang melekat pada lelaki tersebut. Menteri Segala Urusan disematkan tidak begitu saja, beralasan. Bapak Luhut merasa jenggah? Pasti! Ada juga menteri dalam kabinet Jokowi yang menjadi sorotan publik sekarang ini, yaitu Dokter Terawan Agus Putranto yang menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Ia dinilai tidak bisa menangani pandemi saat ini, virus corona atau covid-19. Publik menilai selama Bapak Terawan menjabat, peningkatan kasus corona di Indonesia tidak bisa dikendalikan. Berbagai...